bibitindah2

☰ Navigation
  • Home
  • Blog
    • About
    • Contact
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Sitemap
    • Terms of Service
  • Color Picker
  • Info Menarik
  • Internet
  • Kesehatan
  • Kategori
    • About
    • Contact
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Sitemap
    • Terms of Service
  • Error 404

Label

Artikel

Entri Populer

  • Sejarah Pertanian Organik
    Sejarah Pertanian Organik
    Sir Albert Howard secara luas dianggap sebagai ayah dari pertanian organik. Pekerjaan lebih lanjut dilakukan oleh JI Rodale di Amerika Serik...
  • Jamur Disekitar Kita
    Jamur Disekitar Kita
    Gen pada jamur dikenal oleh para ilmuan sering memberikan kejutan-kejutan baru Sebagai manajer koleksi di Museum Field di Chicago, Robert Lu...
  • Tips Budidaya Cabe Merah
    Tips Budidaya Cabe Merah
    Cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada momen ...
  • Bahan pangan organik
    Bahan pangan organik
    Bahan pangan organik adalah bahan pangan yang diproduksi dengan menggunakan metode pertanian organik, yang membatasi input sintetik modern s...
  • Teh
    Teh
    Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringk...
Home Unlabelled Pengolahan Tanah Pada Proses Pembibitan Cabai

Pengolahan Tanah Pada Proses Pembibitan Cabai

Unknown 10:08 PTG

Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabe merah adalah tanah yang gembur dan memiliki porosotas yang baik. Sebelum cabe merah ditanam cangkul atau bajak lahan sedalam 20-40 cm. Bersihkan dari batu atau kerikil dan sisa-sisa akar tanaman. Apabila terlalu banyak gulma dan khawatir menganggu bisa gunakan herbisida.

Buat bedengan dengan lebar satu meter tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk memudahkan pemeliharaan panjang bedengan maksimal 15 meter. Buat saluran drainase yang baik karena tanaman cabe merah tidak tahan terhadap genangan air.

Budidaya cabe merah menghendaki tanah yang memiliki tingkat keasaman tanah pH 6-7. Apabila nilainya terlalu rendah (asam), daun tanaman cabe merah akan terlihat pucat dan mudah terserang virus. Tanah yang asam biasanya mudah ditumbuhi ilalang. Untuk menetralisirnya bisa gunakan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 2-4 ton/ha. Pemberian kapur atau dolomit dilakukan pada saat pembajakan dan pembuatan bedengan.

Campurkan pupuk organik, bisa berupa kompos atau pupuk kandang pada setiap bedengan secara merata. Kebutuhan pupuk organik untuk budidaya cabe merah adalah 20 ton per hektar. Selain pupuk organik tambahkan juga urea 350 kg/ha dan KCl 200kg/ha.

Untuk budidaya cabe intensif sebaiknya, bedengan ditutup dengan mulsa plastik perak hitam. Penggunaan mulsa plastik mempunyai konsekuensi biaya namun mendatangkan sejumlah manfaat. Mulsa bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan kebun.

Buat lubang tanam sebanyak dua baris dalam setiap bedengan dengan jarak 60-70 cm. Sebaiknya lubang tanam dibuat zig zag, tidak sejajar. Hal ini berguna untuk mengatur sirkulasi angin dan penetrasi sinar matahari. Diameter dan kedalaman lubang tanam kurang lebih 10 cm, atau disesuaikan dengan ukuran polybag semai.

Sumber
*Berbagai sumber
  • Twitter
  • Facebook
  • Google
  • Tumblr
  • Pinterest

Related Posts

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © bibitindah2 | Reboza Sambirejo | Blogger