bibitindah2

☰ Navigation
  • Home
  • Blog
    • About
    • Contact
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Sitemap
    • Terms of Service
  • Color Picker
  • Info Menarik
  • Internet
  • Kesehatan
  • Kategori
    • About
    • Contact
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Sitemap
    • Terms of Service
  • Error 404

Label

Artikel

Entri Populer

  • Sejarah Pertanian Organik
    Sejarah Pertanian Organik
    Sir Albert Howard secara luas dianggap sebagai ayah dari pertanian organik. Pekerjaan lebih lanjut dilakukan oleh JI Rodale di Amerika Serik...
  • Jamur Disekitar Kita
    Jamur Disekitar Kita
    Gen pada jamur dikenal oleh para ilmuan sering memberikan kejutan-kejutan baru Sebagai manajer koleksi di Museum Field di Chicago, Robert Lu...
  • Tips Budidaya Cabe Merah
    Tips Budidaya Cabe Merah
    Cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada momen ...
  • Bahan pangan organik
    Bahan pangan organik
    Bahan pangan organik adalah bahan pangan yang diproduksi dengan menggunakan metode pertanian organik, yang membatasi input sintetik modern s...
  • Teh
    Teh
    Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringk...
Home Artikel Peluang Pertanian Organik di Indonesia

Peluang Pertanian Organik di Indonesia

Unknown 1:00 PTG Artikel

Volume produk pertanian organik mencapai 5-7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplay oleh negara-negara maju seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea.

Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain:

1) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik, 
2) perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia, 
3) belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.

Areal tanam pertanian organik, Australia dan Oceania mempunyai lahan terluas yaitu sekitar 7,7 juta ha. Eropa, Amerika Latin dan Amerika Utara masing-masing sekitar 4,2 juta; 3,7 juta dan 1,3 juta hektar. Areal tanam komoditas pertanian organik di Asia dan Afrika masih relatif rendah yaitu sekitar 0,09 juta dan 0,06 juta hektar. Sayuran, kopi dan teh mendominasi pasar produk pertanian organik internasional di samping produk peternakan.

Sumber
*Berbagai sumber
  • Twitter
  • Facebook
  • Google
  • Tumblr
  • Pinterest

Related Posts

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © bibitindah2 | Reboza Sambirejo | Blogger