bibitindah2

☰ Navigation
  • Home
  • Blog
    • About
    • Contact
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Sitemap
    • Terms of Service
  • Color Picker
  • Info Menarik
  • Internet
  • Kesehatan
  • Kategori
    • About
    • Contact
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Sitemap
    • Terms of Service
  • Error 404

Label

Artikel

Entri Populer

  • Sejarah Pertanian Organik
    Sejarah Pertanian Organik
    Sir Albert Howard secara luas dianggap sebagai ayah dari pertanian organik. Pekerjaan lebih lanjut dilakukan oleh JI Rodale di Amerika Serik...
  • Jamur Disekitar Kita
    Jamur Disekitar Kita
    Gen pada jamur dikenal oleh para ilmuan sering memberikan kejutan-kejutan baru Sebagai manajer koleksi di Museum Field di Chicago, Robert Lu...
  • Tips Budidaya Cabe Merah
    Tips Budidaya Cabe Merah
    Cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada momen ...
  • Bahan pangan organik
    Bahan pangan organik
    Bahan pangan organik adalah bahan pangan yang diproduksi dengan menggunakan metode pertanian organik, yang membatasi input sintetik modern s...
  • Teh
    Teh
    Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringk...
Home Artikel Tips Usaha Pertanian Organik

Tips Usaha Pertanian Organik

Unknown 5:00 PG Artikel

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi.

Negara Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alamnya. Sebagian besar masyarakat Indonesia bermatapencaharian sebagai petani, karena Indonesia terkenal dengan tanah yang subur. Pertanian adalah faktor primer dalam perekonomian Indonesia. Artinya pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang hampir dari setengah perekonomian di Indonesia.
Namun di Indonesia penggunaan pestisida, insektisida, fungisida dan herbisida kimia atau buatan masih marak terjadi dalam kegiatan pertanian. Hal ini menimbulkan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan ini bukan hanya terjadi pada tanah, air, dan udara saja, namun sangat merugikan terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup pada umumnya. Apabila masalah tersebut dibiarkan akan sangat merugikan dunia pertanian dan manusia tentunya.

Salah satu usaha yang diperlukan untuk menangani masalah tersebut yaitu dengan cara meminimalkan dan menekan pemakaian obat-obat kimia dan memaksimalkan pemakaian obat-obat alamiah yang lebih ramah lingkungan, misalkan pemakaian pupuk organik, pestsida organik, insektisida organik, fungisida organik dan herbisida organik. Sehingga kemudian dikenal adanya sistem pertanian organik.

Pertanian organik, berarti menggunakan cara bertani tanaman dengan sistem alami tanpa melibatkan bahan kimia dan tempatnya terbebas dari polusi, baik polusi udara, air maupun tanah. Manfaatnya yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan serta makanan dan minuman yang dihasilkan dari pertanian organik menghindarkan manusia dari berbagai penyakit yang mengerikan. Manfaat lainnya yaitu buah lebih segar dan alami, baik untuk kesehatan, meningkatkan sistem imun tubuh, dan lingkungan sehat, bebas polusi serta pencemaran.

Jika anda ingin bercocok tanam tanaman organik atau ingin memulai usaha dibidang pertanian organik, berikut tipsnya:
  • Lahan harus terbebas dari residu pupuk dan obat-obatan kimia sintesis dan harus memperhatikan lingkungan disekitar lahan.
  • Kondisi pengairan atau irigasi sangat penting, jangan sampai air yang mengaliri lahan kita banyak mengandung residu dan bahan kimia. Maka pilihlah lahan yang mempunyai pengairan langsung dari mata air terdekat.
  • Benih tanaman yang digunakan harus berasal dari benih organik.
  • Pemupukan wajib menggunakan pupuk organik
  • Pengendalian hama sebaiknya menggunakan konsep pengendalian hama terpadu. Jangan menggunakan obat-obatan seperti pestisida , insektisida, fungisida dan herbisida dan sejenisnya untuk membasmi hama.
  • Penanganan pasca panen yaitu pencucian atau pembersihan produk hendaknya menggunakan air yang memenuhi standar baku mutu organik, hindari air yang sudah tercemar zat-zat kimia dan gunakan peralatan yang tidak terkontaminasi zat-zat kimia.
*Sumber
Berbagai Sumber
  • Twitter
  • Facebook
  • Google
  • Tumblr
  • Pinterest

Related Posts

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © bibitindah2 | Reboza Sambirejo | Blogger